Sains & Teknologi

Inovasi Terbaru: Mahasiswa ITB Ciptakan Biosensor Deteksi Polusi Air

Tim mahasiswa ITB mengembangkan biosensor berbasis bakteri untuk mendeteksi logam berat dalam air—murah dan akurat.

Dr. Budi SantosoDr. Budi Santoso
5 Januari 2025
5 menit baca
Inovasi Terbaru: Mahasiswa ITB Ciptakan Biosensor Deteksi Polusi Air
#Inovasi#Lingkungan#ITB#Teknologi

Kontaminasi logam berat dalam air minum adalah masalah serius di Indonesia. Metode deteksi konvensional mahal dan membutuhkan lab equipment. Tim mahasiswa ITB mengembangkan solusi: biosensor portable berbasis bakteri.

Latar Belakang Masalah

Menurut data Kementerian Kesehatan, 30% air minum di Indonesia mengandung logam berat melebihi ambang batas. Lead, mercury, dan cadmium adalah kontaminan paling common.

Problem: Deteksi membutuhkan AAS atau ICP-MS—alat yang harganya ratusan juta dan operator trained. Tidak feasible untuk monitoring rutin di daerah remote.

Teknologi yang Dikembangkan

Tim menggunakan genetically modified E. coli yang produces fluorescent protein saat exposed ke specific heavy metals.

  • Bacteria strain: E. coli DH5α with metal-sensitive promoter
  • Output: GFP (Green Fluorescent Protein)
  • Detection: Portable fluorometer
  • Sensitivity: Detects down to 10 ppb (part per billion)
"Keunggulan: Harga produksi < Rp 500.000 per unit, dibandingkan lab equipment yang harganya > Rp 500 juta."

Cara Kerja

Sederhana sekali:

  • Ambil sampel air
  • Tambahkan bacteria culture
  • Incubate 30 menit
  • Masukkan ke portable fluorometer
  • Baca intensity fluorescence

Semakin tinggi kontaminasi logam berat, semakin bright fluorescensenya. Calibrated dengan standard curve untuk kuantifikasi.

Validasi dan Hasil

Tim telah menguji biosensor dengan:

  • 50 sampel air dari berbagai lokasi (Cikarang, Citarum, air PDAM)
  • Comparison dengan AAS sebagai gold standard
  • Sensitivity: 94%, Specificity: 89%

Precision: CV < 10% untuk concentration di atas 50 ppb

Potensi Aplikasi

Teknologi ini bisa digunakan oleh:

  • PDAM untuk routine monitoring
  • Puskesmas di daerah rural
  • Community groups untuk water testing
  • Industrial sites untuk effluent monitoring

Tim sedang dalam proses patent dan berencana spin-off untuk commercial production.

Penghargaan

Proyek ini memenangkan Gold Medal di International Genetically Engineered Machine (iGEM) Competition 2024 di Paris, serta Best Environmental Project award.

Bagikan:
Dr. Budi Santoso

Ditulis oleh

Dr. Budi Santoso

Postdoctoral Researcher, Institut Teknologi Bandung