Kesehatan

Riset Terbaru: Dampak Media Sosial pada Kesehatan Mental Gen Z di Jakarta

Studi kuantitatif menunjukkan korelasi kompleks antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja Jakarta.

Dr. Budi SantosoDr. Budi Santoso
18 Januari 2025
7 menit baca
Riset Terbaru: Dampak Media Sosial pada Kesehatan Mental Gen Z di Jakarta
#Kesehatan Mental#Media Sosial#Gen Z#Riset

Sebagai peneliti di bidang psikologi sosial, saya tertarik memahami bagaimana media sosial mempengaruhi kesehatan mental generasi muda Indonesia. Jakarta sebagai kota dengan penetrasi internet tertinggi menjadi lokasi yang menarik untuk studi ini.

Metodologi

Studi ini melibatkan 1.250 responden berusia 15-24 tahun dari 5 wilayah Jakarta, dikumpulkan melalui survei online selama 3 bulan. Menggunakan validated scales untuk mengukur:

  • Kesejahteraan mental (Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scale)
  • Gejala anxiety dan depression (GAD-7, PHQ-9)
  • Pola penggunaan media sosial (durasi, platform, konten)
  • Social comparison tendency

Temuan Utama

Hasilnya menunjukkan korelasi yang lebih kompleks dari yang diasumsikan sebelumnya:

  • Durasi penggunaan media sosial TIDAK selalu berkorelasi negatif dengan kesehatan mental
  • Konten yang dikonsumsi lebih berpengaruh daripada durasi
  • Instagram dan TikTok menunjukkan korelasi negatif lebih kuat daripada YouTube
  • Aktivitas pasif (scrolling tanpa interaksi) lebih berdampak negatif daripada aktivitas aktif

Faktor Perlindungannya

Menariknya, kami menemukan faktor-faktor yang memitigasi dampak negatif:

  • Digital literacy - kemampuan mengkritisi konten
  • Dukungan social offline (family, friends)
  • Mindful use - sadar saat menggunakan dan bisa berhenti
  • Konten edukatif dan inspiratif dalam feed
"Gen Z Jakarta bukan pasif korban media sosial. Mereka adalah digital native yang bisa diajak berdialog tentang penggunaan yang lebih sehat."

Rekomendasi

Berdasarkan temuan ini, kami merekomendasikan:

  • Edukasi digital literacy di sekolah dan kampus
  • Program awareness tentang mindful social media use
  • Konten positif dan edukatif perlu didukung (bukan sekadar diblokir)
  • Intervensi berbasis komunitas, bukan individu

Keterbatasan Studi

Studi ini memiliki keterbatasan: self-reported data yang bisa bias, dan cross-sectional design yang tidak bisa menyimpulkan kausalitas. Studi longitudinal diperlukan untuk memahami hubungan sebab-akibat.

Namun, findings ini memberikan gambaran awal yang penting untuk desain intervensi kesehatan mental berbasis digital di Indonesia.

Bagikan:
Dr. Budi Santoso

Ditulis oleh

Dr. Budi Santoso

Postdoctoral Researcher, Institut Teknologi Bandung